Sniper Peremuan Sempat Tertawa Saat Peluru Nyaris Tembus ke Kepalanya
Berita Unik

Sniper Peremuan Sempat Tertawa Saat Peluru Nyaris Tembus ke Kepalanya

29/06/2017

Apa yang terjadi jika belakang kepala Anda nyaris tertembak peluru? Pasti panik akan melanda dan juga ketakutan yang luar biasa akan mengancam disertai gelisah.

Namun, hal tersebut tidak berlaku bagi seorang wanita Kurdi yang juga seorang penembak jitu. Wanita tersebut terlihat tertawa-tawa saat sebuah peluru yang ditembakkan oleh anggota ISIS nyaris mengenai tempurung belakang kepalanya.

Reaksi perempuan tersebut terekam dan beredar di dunia maya. Pasalnya, wanita yang diketahui sebagai anggota Women’s Protection Unit itu tidak menunjukkan ekspresi panik dan ketakutan yang semestinya ditunjukkan ketika mendapat sebuah serangan.

Dalam sebuah rekaman video, perempuan tersebut terlihat sedang membidik salah seorang militan ISIS di bangunan yang dikuasai oleh oposisi Suriah Raqqa.

Dalam rekaman tersebut, terlihat tak lama setelah perempuan tersebut melepas tembakan, sebuah peluru terlihat dengan cepat mengarah ke bagian belakang kepalanya. Untungnya peluru tak mengenai tempurung kepalanya dan malah meleset ke dinding.

Tampak jelas, peluru itu menembus dinding yang berada di belakangnya. Terlihat pula bongkahan bangunan yang pecah disertai serpihan debu yang menunjukkan betapa berbahayanya jika peluru itu menembus kepala.

Sontak perempuan berhidung mancung itu langsung menunduk dan tertawa sembari lidahnya menjulur keluar. Ia juga tampak malu-malu ketika seseorang merekam aksi yang hampir saja merenggut nyawanya.

Rekaman video berdurasi 41 detik tersebut kini sudah viral di media sosial.

“Perempuan Kurdi itu tak kenal takut. Biasanya seseorang akan takut dan panik jika mengalami hal yang dapat merenggut nyawanya. Namun sebaliknya, ia malah tertawa,” tulis Hemze Hamza seorang wartawan dalam akun Twitter-nya.

Women’s Protection Unit adalah salah satu divisi militer Kurdi dari Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG). Divisi itu dibentuk oleh para perempuan untuk mempertahankan diri dari serangan militan ISIS serta pasukan pemerintah Suriah dan Al-Qaeda.

Sebelumnya, YPG sempat menjadi sorotan dunia ketika kelompok tersebut berhasil menyelamatkan ribuan warga Yazidi dari serangan milisi ISIS tahun 2014 di Gunung Sinjar.

YPG diketahui telah memiliki sekitar 7.000 anggota dan relawan siap tempur yang rata-rata berusia antara 18 hingga 40 tahun.

Berikut video nya :

Please follow and like us: